GajiPekerja.com

Informasi Gaji Pekerja Indonesia!

8 Oktober 2022

Jakarta

Kini content creator jadi salah satu profesi yang diidamkan. Nah, ini adalah kisah dari traveler influencer yang berhasil mengubah hobinya menjadi profesi.

Pesatnya perkembangan media sosial selama beberapa tahun belakangan memunculkan banyak peluang baru. Salah satunya yaitu peluang pekerjaan menjadi influencer atau content creator.

Sama seperti pekerjaan lainnya, untuk menjadi seorang influencer atau content creator sukses, ada perjalanan dan proses yang perlu ditempuh.

Salah seorang traveler influencer yang juga menjadi Duta Pariwisata, Budaya, dan Ekraf Jawa Barat dengan followers Instagram lebih dari 89.000 membagikan kisah perjalanannya kepada tim detikTravel.

Ia dikenal dengan nama Chepy Nugraha dengan akun Instagram @chepybennington. Traveler influencer yang kini berdomisili di Bandung ini awalnya hanyalah seorang pekerja biasa yang senang melakukan traveling dan membuat konten di Instagram.

Chepy yang berasal dari Cirebon dulu tak memiliki banyak teman, terlebih teman untuk traveling. Dari kondisi ini, Chepy kemudian terpikir untuk membuat komunitas agar bisa memiliki teman.

Komunitas ini bernama Igers Society (@igersociety). Ditujukan untuk mereka yang senang traveling dan membuat konten.

“Awalnya bener-bener solo traveling, sampe akhirnya mikir kalo aku ada temen enak kali ya. Tapi bingung aku harus cari temen di mana. Dari situ aku ajak temen di Instagram buat bikin komunitas traveling photography. Jadi isinya itu orang-orang yang suka traveling dan bikin konten, entah itu foto atau video,” kata Chepy saat berbincang bersama tim detikTravel.

Camping ceria, salah satu kegiatan dari Komunitas Igersociety. Foto: Instagram @igersociety

Tidak disangka, komunitas yang ia buat untuk mencari teman traveling ini ternyata diminati dan berkembang dengan baik. Tak hanya dari segi kuantitas, namun juga kualitas. Hingga akhirnya komunitas ini dapat menghasilkan anggota yang sukses menjadi traveler bahkan fotografer.

“Di situ kita semua mulai dari nol, dari yang bener-bener enggak ngerti cara pake kamera gimana sampe akhirnya berkembang dan bisa milih jalur karirnya masing-masing. Ada yang jadi traveler influencer dan ada lebih banyak juga yang jadi fotografer,” kata Chepy.

Seiring dengan kegiatan komunitas yang terus berkembang, kiprah Chepy di Instagram juga terus mengalami perkembangan. Namun, perkembangan ini tak langsung menghasilkan pendapatan.

Pada tahun 2016, media sosial belum menjadi lapak promosi para brand. Istilah endorse dan sponsorship produk dalam konten belum banyak bermunculan.

Di masa ini Chepy bahkan masih mengajukan proposal secara mandiri kepada berbagai brand untuk melakukan barter produk dengan promosi. Pada saat itu, produk-produk yang ia ajukan pun masih berupa produk kecil seperti tas atau baju.

“Dulu 2016 itu brand-brand belum memanfaatkan sosial media. Aku juga belum aware dengan endorse-endorse. Awalnya aku masih bikin proposal sendiri ngajuin barter dengan produk-produk sampe akhirnya brand sendiri yang masuk,” ujarnya.

Kemudian proses ini perlahan-lahan berbuah manis pada akhir 2016. Chepy mulai mendapatkan sedikit penghasilan dari konten-konten yang ia buat di Instagram.

Hingga akhirnya pada 2017, media sosial terutama Instagram menjadi lebih ramai. Brand-brand besar mulai masuk untuk memanfaatkan peluang.

“2016 akhir sudah mulai menghasilkan sedikit. Di 2017 baru mulai menghasilkan yang lumayan besar dan kerja sama bareng brand-brand besar,” kata Chepy.

Saat berbincang bersama tim detikTravel Chepy mengungkapkan bahwa ia tidak menyangka bahwa hobinya dapat berubah menjadi profesi. Berangkat dari keinginan untuk mencari teman sesama traveler sekaligus wadah untuk mengembangkan diri, kini bisa menjadi sumber pendapatan utama.

“Alhamdulillah ternyata dikenal oleh brand-brand sampai akhirnya bisa jadi pekerjaan, jadi penghasilan utama aku. Yang awalnya cuma sampingan, enggak pernah berpikir kalau sosial media bisa menghasilkan sesuatu,” ujarnya.

Berefleksi pada perjalanannya, Chepy kemudian menyampaikan bahwa sebenarnya media sosial bisa mendatangkan banyak hal positif jika digunakan dengan baik.

“Awalnya hanya untuk hobi, tapi ternyata bisa menghasilkan banyak sisi positif kalau kita bisa memaksimalkan sosial media. Kita bisa menebar kebaikan, menginspirasi banyak orang,” ujarnya.

Simak Video “Suasana Malam yang Hangat dan Penuh Warna, Sukabumi
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ddn)




Artikel ini bersumber dari : travel.detik.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari GajiPekerja.com di Google News