GajiPekerja.com

Informasi Gaji Pekerja Indonesia!

4 Oktober 2022

Bisnis.com, JAKARTA — Menbambil pinjaman online atau (pinjol) bukan hal yang buruk bagi UMKM. Kondisi saat ini dinilai tepat bagi pelaku UMKM untuk mengoptimalkan pinjaman jangka pendek melalui platform teknologi finansial atau fintech pendanaan bersama alias peer-to-peer (P2P) lending tersebut.

Perencana Keuangan & Pajak Bisnis dan UMKM dari Finante.id Maychelie Vincent Liyanto menjelaskan alasan kenapa P2P lending patut dipertimbangkan, salah satunya karena produk pinjol dari platform P2P lending kerap lebih relevan dengan kebutuhan para pelaku UMKM ketimbang produk sejenis dari lembaga keuangan konvensional.

“Misalnya, kebanyakan institusi tradisional mengharuskan UMKM untuk memberikan jaminan atau agunan sebelum pinjaman dapat dicairkan. Sedangkan, kebanyakan UMKM cenderung kurang memiliki aset sebagai jaminan untuk dapat memenuhi persyaratan tersebut,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (4/9/2022).

Bagi UMKM yang membutuhkan dana cepat dengan tenor pendek dan besaran pinjaman yang tidak seberapa, proses aplikasi pinjaman yang rumit dan waktu pencairan yang lama dari lembaga keuangan konvensional terbilang kurang menarik. Bahkan, walaupun fasilitas pinjaman tersebut mengenakan rate yang sedikit lebih murah sekali pun.

“Pinjaman P2P lending lebih didasarkan pada apakah UMKM bersangkutan dianggap layak atau cukup kredibel untuk dana yang diminta. Jika bisnis dianggap layak, platform P2P lending akan mengumpulkan dana dari sekelompok investor, kemudian secara langsung disalurkan sebagai bentuk pinjaman modal kerja. Jadi mekanismenya sangat efektif,” tambahnya.


Ilustrasi P2P lending atau pinjaman online (pinjol)/Samsung.com

Sebagai pengingat, platform P2P lending bertugas mempertemukan investor atau pemilik dana (lender) dengan para UMKM yang berstatus sebagai borrower. Para lender mendapat keuntungan dari sisi return yang notabene lebih tinggi ketimbang instrumen investasi tradisional, sementara borrower mendapat keuntungan dari sisi kemudahan dan kecepatan mengakses pinjaman.

Dalam kondisi saat ini, di mana lembaga keuangan konvensional cenderung lebih konservatif dalam akuisisi debitur baru, Vincent melihat masyarakat yang berperan sebagai lender ritel P2P lending justru tengah bersemangat mendorong kemajuan produktivitas para UMKM.

“Karena seperti yang banyak orang tahu, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto semakin menggeliat dalam lima tahun terakhir. UMKM di Indonesia pun berperan penting dalam pertumbuhan pembangunan dan perekonomian nasional,” jelasnya.


Artikel ini bersumber dari : finansial.bisnis.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari GajiPekerja.com di Google News