Skala Prioritas Masih Oke atau Ketinggalan Zaman?

Skala prioritas diperlukan untuk membuat pekerjaan dikerjakan secara efektif dan efisien, sehingga meningkatkan produktivitas. Membuat skala prioritas secara garis besar membandingkan tingkat urgensi suatu pekerjaan terhadap pekerjaan lainnya.

 

Masih oke atau nggak?

Tentu saja masih dong, YOTers! Skala ini bakal bantu kita untuk mengerjakan tugas secara lebih terarah dan sesuai dengan tiket urgensinya. Nah, supaya tidak bingung mulai dari mana, ada beberapa tips yang bisa kalian coba.

 

1. Buatlah daftar berisi semua pekerjaan yang harus dilakukan (to do list)

Sebelum memikirkan pekerjaan mana yang harus didahulukan, tuliskan semuanya agar tidak ada yang terlewat. Tulis pada buku catatan atau komputer mulai dari pekerjaan dengan deadline yang paling awal. Sertakan pula batas waktu pengerjaannya.

 

2. Beri tanda khusus pada pekerjaan yang paling penting

Semua pekerjaan penting, namun, kamu harus membuat penilaian mana yang paling urgent. Tanda khusus bisa beruba cetak tebal, gambar bintang, tanda seru, atau apapun sesuai keinginanmu.

Menentukan pekerjaan paling penting dapat dilakukan dengan mempertimbangkan konsekuensi terbesar yang didapat ketika pekerjaan tersebut tidak selesai dengan baik.

 

Pertimbangan kedua adalah deadline. Jangan hanya berfokus pada pekerjaan paling besar, pekerjaan dengan batas waktu paling sedikit perlu didahulukan.

Pertimbangan ketiga adalah tingkat kesulitan pekerjaan. Pekerjaan yang sulit umumnya memiliki rentang waktu pengerjaan yang lama, namun jangan habiskan waktu untuk menghadapi kesulitan tersebut. Ada pekerjaan mudah dengan batas waktu terdekat yang bisa dikerjakan terlebih dahulu.

Baca Juga :   Kementerian Komunikasi dan Informatika

 

3. Minta bantuan pada rekan kerja

Kita tidak bisa bekerja sendirian, terlebih jika ada begitu banyak pekerjaan dalam daftar. Sadari hal tersebut dan mintalah bantuan pada rekan kerja. Diskusikan dengan mereka mengenai bantuan apa yang bisa diberikan.

 

4. Jika pekerjaan selesai, hapus dari to do list

Lihat kembali catatan to do list, pastikan tidak ada pekerjaan yang terlewat. Kemudian, hapus atau coret pekerjaan yang sudah diselesaikan. Akan ada sense of satisfaction yang didapatkan ketika kamu menyelesaikan pekerjaan.

 

Dengan berkurangnya to do list dan rasa lega ketika menyelesaikan pekerjaan sebelumnya, kamu bisa lebih bersemangat untuk mengerjakan sisanya.

 

Baca Juga:

Good news!

Buat kamu yang ingin mengembangkan leadership skill dan networking, Phoenix United hadir untukmu!

Phoenix United adalah Indonesian Leaders Society dimana kamu bisa mengikuti fun trips, dinner with CEOs, sampai networking party bersama dengan komunitas yang nggak hanya seru namun juga impactful.

Yuk join komunitasnya sekarang dengan klik di sini: Phoenix United Indonesia

 

Nonton bareng yuk!

Kamu tau gak sih? Kalau ternyata banyak dari kasus bullying yang terjadi di Indonesia karena mereka nggak sadar kalau mereka telah melakukan bullying. Ini juga berarti bahwa mereka nggak sadar kalau mereka punya mental bullying.

Makanya penting banget untuk kita cari tahu apakah kita punya mental bullying?

Yuk ikut Connext Talk dengan tema “Self reflection : Apakah kita punya mental bullying?” bersama narasumber inspiratif Kak Syifa dari Sehat Jiwa.

DAFTAR DI SINI

 

Butuh inspirasi?

Kamu ingin dapat motivasi dan inspirasi? Yuk tonton konten tentang self-development, tips karir, dan masih banyak lagi di YouTube Young On Top atau klik video di bawah ini.

Baca Juga :   Aung San Suu Kyi Divonis Penjara Tiga Tahun dan Kerja Paksa

Artikel ini bersumber dari : www.youngontop.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari GajiPekerja.com di Google News

  • Tinggalkan komentar