Definis Foreman, Tugas, Tanggungjawab, dan 12 Syaratnya

Foreman – Salah satu jabatan yang ada di industri produksi yakni foreman.

Bagi beberapa orang mungkin sudah mengenal dengan posisi tersebut bahkan mengetahui apa saja tugas mereka.

Namun bagaimana bagi para jobseeker pemula atau fresh graduate? Berikut ulasan singkatnya:

Definisi Foreman

Foreman

Foreman sendiri merupakan salah satu jabatan produksi yang memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan dan pemberian arahan pekerjaan kepada anak buahnya.

Meskipun memiliki bawahan namun kedudukannya masih berada di bawah supervisor.

Posisi tersebut juga termasuk ke dalam salah satu dari posisi atasan atau leader yang ada dalam structural organisasi sebuah pabrik industri atau perusahaan.

Jabatannya berada di atas operator dan leader namun ada di bawah supervisor, asisten manager, manager hingga direktur presiden.

Menjadi posisi itu harus dituntut memiliki softskill dan hardskill yang mumpuni.

Selain mempunyai pengetahuan meliputi pekerjaan anak buahnya, mereka pun harus mampu untuk mengatur dan melakukan pembagian job kepada bawahannya. Dalam hal ini kemampuan memimpin sangat penting.

Tugas Foreman

Melansir sumber Google, tugas utamanya adalah melakukan pengawasan terhadap anak buahnya agar seluruh pekerjaan bisa dilakukan dengan efisien dan tepat.

Namun sebenarnya tidak hanya berhenti di sini saja karena ada lainnya perlu dilakukan terlebih juga menyesuaikan di bidangnya.

Tugasnya antara lain memberikan fasilitas kebutuhan pekerjaan kepada seluruh pekerjaannya, menyampaikan pengetahuan secara teknis mengenai bidang kerja dan membuat daftar jobdesk untuk leader dan bawahan.

Ada banyak hal perlu dipastikan mulai dari ketersediaan SDM hingga pekerja.

Selain itu mereka juga bertugas untuk memberikan arahan pekerjaan kepada leader dan bawahannya, memastikan mesin produksi tidak mengalami masalah, melakukan monitoring sesuai jobdesk yang sudah diberikan.

Baca Juga :   Wabup Madina Hadiri Pengukuhan Pengurus PWI Masa Jabatan 2022-2025 – Sumut24

Para foreman pun berperan sebaagi jembatan informasi antara anak buah.

Tanggung Jawab Foreman

Dalam menjalankan tugasnya, ada beberapa tanggung jawab yang dimiliki oleh posisi tersebut.

Mereka harus memastikan bahwa pekerjaan anak buah harus berjalan sesuai dengan standar perusahaan.

Setelah semuanya dipastikan, maka saatnya pengontrolan dilakukan.

Selain itu, mereka juga memberikan pekerjaan sesuai dengan ketrampilan dan keahlian dari setiap bawahannya, membantu menyelesaikan kendala dan masalah apabila terjadi dalam lingkungan internal anak buah hingga memberikan keputusan terhadap permasalahan tersebut.

Posisi tersebut juga bertanggung jawab untuk membantu dalam memastikan jika hak bawahan sudah terpenuhi.

Penting bagi mereka agar benar-benar menjamin apabila anak buah telah memahami mengenai behavior based savety sehingga pekerjaan bisa dilakukan secara lebih aman.

Syarat Jadi Foreman

Foreman adalah pemimpin di lapangan yang bertanggung jawab atas kelancaran proyek. Menjadi seorang foreman yang sukses membutuhkan kombinasi keterampilan dan pengalaman yang tepat.

Berikut adalah beberapa syarat utama yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang foreman yang sukses:

Keterampilan Teknis:

  • Pengetahuan mendalam tentang bidang pekerjaannya: Harus memiliki pemahaman yang baik tentang proses dan prosedur yang terlibat dalam proyeknya.
  • Kemampuan membaca dan memahami gambar teknik: Harus mampu membaca dan memahami gambar teknik seperti blueprint dan diagram.
  • Kemampuan memecahkan masalah: Harus mampu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang muncul di lapangan.
  • Kemampuan berkomunikasi secara efektif: Harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan pekerja, supervisor, dan klien.

Keterampilan Kepemimpinan:

  • Kemampuan memotivasi dan memimpin tim: Harus mampu memotivasi dan memimpin timnya untuk mencapai tujuan proyek.
  • Kemampuan mendelegasikan tugas: Harus mampu mendelegasikan tugas secara efektif kepada anggota timnya.
  • Kemampuan menegakkan disiplin: Harus mampu menegakkan disiplin di lapangan.
  • Kemampuan membuat keputusan yang tepat: Harus mampu membuat keputusan yang tepat dalam situasi yang tertekan.
Baca Juga :   Kenalkan Profesi TNI, Pelajar TK Khalifa IMS Tegal Kunjungi Yonif 407 Padmakusuma

Keterampilan Lainnya:

  • Kemampuan bekerja dalam tim: Bisa bekerja sama dengan timnya dan dengan departemen lain.
  • Kemampuan bekerja di bawah tekanan: Harus mampu bekerja di bawah tekanan dan menyelesaikan tugas tepat waktu.
  • Kemampuan beradaptasi dengan perubahan: Harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lapangan.
  • Sikap positif dan proaktif: Harus memiliki sikap positif dan proaktif dalam menyelesaikan tugasnya.

Pendidikan dan Pengalaman:

  • Pendidikan minimal D3 di bidang terkait: Meskipun tidak selalu diperlukan, pendidikan minimal D3 di bidang terkait akan memberikan keuntungan bagi calon foreman.
  • Pengalaman kerja di bidang terkait: Pengalaman kerja di bidang terkait sangat penting untuk menjadi seorang yang sukses.
  • Sertifikat pelatihan: Memiliki sertifikat pelatihan di bidang kepemimpinan, keselamatan kerja, dan manajemen proyek akan menjadi nilai tambah bagi calon foreman.

Kesimpulan

Menjadi seorang foreman yang sukses membutuhkan kombinasi keterampilan dan pengalaman yang tepat. Dengan memenuhi syarat-syarat di atas, Anda dapat meningkatkan peluang untuk menjadi seorang foreman yang sukses.

Demikian sedikit ulasan menurut GajiPekerja.com mengenai definisi dari foreman yang umumnya bisa Anda jumpai di perusahaan konstruksi.

Mengingat bahwa tanggung jawabnya juga cukup besar maka tidak heran apabila banyak dijumpai persyaratan dan kualifikasi sebelum melamar di posisi tersebut.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari GajiPekerja.com di Google News

  • Tinggalkan komentar