Cerita WNI Menunggu 13 Jam Demi Lihat Jenazah Ratu Elizabeth, Rasanya Haru Biru

INDOZONE.ID – Duka masih menyelimuti Inggris atas kepergian Ratu Elizabeth II. Serangkaian prosesi telah dilewati, mulai dari Balmoral Castle, Aberdeen, Skotlandia, lalu disemayamkan di Holyroodhouse Edinburgh.

Berlanjut disemayamkan di St Giles Cathedral Edinburgh, kemudian beberapa hari di Westminster Hall yang mana terbuka 24 jam bagi para pelayat. 

Puncaknya adalah prosesi pemakaman yang dilaksanakan pada Senin, 19 September 2022 kemarin yang merupakan hari berkabung nasional.

Sekolah, perkantoran, pertokoan semuanya tutup. Siaran langsung prosesi pemakaman Ratu Elizabeth disiarkan langsung oleh beberapa stasiun TV. 

Selain keluarga Inggris, kepala pemerintahan, tamu undangan dari beberapa negara ikut hadir dalam proses pelepasan jenazah di Westminster Abbey.

Termasuk para duta besar dari berbagai negara. Di antaranya Dubes Inggris dan Irlandia Utara Desra Percaya. 

Bagi masyarakat yang ingin melihat prosesi bisa menempati spot-spot jalur kereta jenazah yang akan dilalui. Mulai dari Westminster Hall, Westminster Abbey, The Mall (jalan panjang menuju Buckingham Palace), Buckingham Palace, berakhir di Wellington Arch, yang mana semuanya merupakan bangunan-bangunan ikonik London.

ratu elizabeth
Yuni Vasey bersama suami menunggu jenazah Ratu Elizabeth II. (Dok.Pribadi)

Di antara jutaan masyarakat itu satu diantaranya ialah Yuni Vasey. Orang Indonesia yang tinggal di Kota Aylesbury. Bersama suaminya ia pergi ke London menggunakan kereta api pukul 19.00 waktu setempat. Sampai London pukul 20.30 waktu setempat.

“Itu underground (kereta bawah tanah) terakhir. Orang-orang berjubel turun di sana. Park-nya gelap. Pintu gerbangnya ditutup. Semua yang di sana bingung mau kemana. Karena belum tahu besok jenazah mau melewati rute mana,” ujar Yuni menceritakan kepada Z Creators, Rosi Meilani.

Untungnya, pada pukul 23.00 malam ada yang memberi tahu bahwa rute kereta jenazah akan melewati The Mall yang mana itu tidak jauh dari tempat Yuni menunggu.

Baca Juga :   Ingin Buat Paspor WNI di Kantor Imigrasi Kelas l Non TPI Pemalang? Ini Tata Cara dan Persyaratan 

Setelah jalan 5 menit surprise banget, ternyata di sepanjang jalan menuju Buckingham Palace itu sudah penuh orang. 

Yuni dan banyak lainnya yang ada di sana tidak tidur. Pukul 6.00 pagi ada pengumuman bahwa semua tenda harus dilipat, begitupun sleeping bag.

Semakin siang pengunjung yang datang makin banyak. Sekitar 12.00 siang makin membludak merangsek antrean. 

ratu elizabeth
Masyarakat menunggu arak-arakan jenazah Ratu Elizabeth II. (Dok.Pribadi)

Waktu yang dinanti pun tiba. Arak-arakan jenazah Ratu Elizabeth II mulai bergerak dari Westminster Hall, Westminster Abbey, kemudian melewati jalanan panjang searah Buckingham Palace yang bernama The Mall dimana Yuni sudah standby 13 jam di sana.

Uniknya, kereta yang membawa jenazah Ratu Elizabeth berusia 123 tahun, milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Kereta yang sama yang dipakai oleh ratu-raja terdahulu, seperti Ratu Victoria, Raja Edward VII, Raja George V, Raja George VI juga dipakai oleh mendiang Winston Churchill dan Lord Mountbatten.

The Royal Navy State Funeral Gun Carriage ini ditarik oleh 98 anggota Angkatan Laut dan diikuti oleh 40 anggota lainnya di bagian belakang yang bertugas sebagai rem.

Barisan berikutnya ialah Raja Charles, putra-putri mendiang Ratu Elizabeth, cucu-cucu dan keluarga lainnya.

“Iring-iringan itu lewat di depan saya. Ada rasa haru biru, ada rasa ingin berfoto, merekam video, tapi malah tertegun. Udah gitu, peti jenazahnya lewat paling sekitar semenit doang, jadi bingung saja gitu,” ujar Yuni antara sedih dah bahagia bisa memberikan penghormatan terakhir untuk mendiang Ratu Elizabeth II.

ratu elizabeth
Jenazah Ratu Elizabeth II diarak sebelum dikebumikan. (Dok. Pribadi)

Setelah melewati The Mall, iring-iringan jenazah terus bergerak hingga ujung Buckingham Palace, Wellington Arch. Disana ada orang Indonesia lainnya yang sudah standby dari jam 7 pagi. Namanya Yani, orang Indonesia yang sudah lama tinggal di London. 

Baca Juga :   Villiany Nadzirah Balita 18 Bulan Berjuang Melawan Penyakit – Detik Peristiwa

Padahal sehari sebelumnya ia sudah sempatkan diri melayat jenazah Ratu Elizabeth di Westminster Hall dengan lama antrean 8 jam. 

“Saya berdiri di sini dari jam 7 pagi sampai nyaris jam 1 siang, pegel kaki dan pinggang, capek, juga dingin. Meski demikian, diantara sedih, saya cukup senang bisa menyaksikan prosesi ini, berkesempatan melihat hari terakhir Queen Elizabeth,” tutup Yani

Dari Wellington Arch jenazah Queen Elizabeth seterusnya dipindahkan ke mobil jenazah. Seterusnya melanjutkan perjalanan ke Windsor Castle untuk dikebumikan. 

Artikel menarik lainnya: 

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators
Z Creators


Artikel ini bersumber dari : www.indozone.id.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari GajiPekerja.com di Google News

  • Tinggalkan komentar