Buka Warung Mie di New York, Pria Ini Terpaksa Jual Rp 273 Ribu/Mangkuk

Jakarta

Warung makan asal Singapura ini berhasil menjual menu mie udang andalannya di New York. Namun perbedaan kondisi membuat ia terpaksa menjual menunya sangat mahal. Apa ya penyebabnya?

Saat ini, banyak bisnis kuliner kecil asal Asia Tenggara berhasil melebarkan sayapnya ke negara-negara besar, salah satunya Amerika Serikat. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan usaha yang besar.

Belum lagi, banyak tantangan yang harus dihadapi sekalipun sudah berhasil menjualnya di negara besar itu. Hal ini seperti yang dirasakan warung makan mie udang asal Singapura. Melansir mothership.sg (25/09), ada salah satu warung makan bergaya hawker Singapura yang baru saja buka di New York, Amerika Serikat.

Warung makan mie bernama Prawnaholic Collections. Lokasinya terletak di Manhattan, bersanding dengan berbagai macam warung makan besar lainnya.

Meskipun rasa jajanan di New York biasanya mengikuti lidah masyarakat di sana, tetapi warung makan mie udang ini tetap ingin mempertahankan keaslian rasa menu dan penyajiannya. Tapi kemudian datang masalah berupa perbedaan harga yang besar.

Buka Warung Mie di New York, Pria Ini Terpaksa Jual Rp 273 Ribu/MangkukWarung makan mie bernama Prawnaholic Collections. Lokasinya terletak di Manhattan, bersanding dengan berbagai macam warung makan besar lainnya. Foto: Facebook / Shin Min Daily

Awalnya mie udang ini ingin dijual dengan harga terjangkau, namun melihat lokasinya yang berada dekat dengan sejumlah warung makan besar, membuat mereka sulit untuk bertahan. Mau tak mau, penjual harus menawarkan satu mangkuk mie dengan harga SGD2 25,70 atau sekitar Rp 273 ribu.

Dalam wawancara bersama Shin Min Daily News, Alan Choong selaku pemilik yang baru berusia 26 tahun ini menjelaskan bahwa mereka menjual mahal mie udangnya itu karena alasan sewa, tenaga kerja, hingga bahan makanan yang mahal di sana.

Baca Juga :   1.807 Pendaftar Ikut Seleksi Petugas Lapangan Regsosek BPS Batang

Alan Choong juga membeberkan bahwa setiap asisten dapur harus dibayar dengan USD 5.000 atau sekitar Rp 75 juta lebih per bulan sebagai gaji. Dan saat ini ada tiga staf yang bekerja dengan Alan. Kondisi ini menandakan bahwa ia harus membayar sekitar Rp 225 juta hanya untuk gaji staf.

Alan Choong membagi tim nya menjadi dua untuk bekerja secara bergiliran karena undang-undang disana membatasi jumlah jam kerja setiap karyawan. Beruntungnya, Alan menemukan satu chef yang selama ini memang sering memasak makanan China.

Selain faktor tenaga kerja, pemilik warung makan mie ini juga harus menghadapi kenaikan biaya dan sewa. Namun, semua tantangan ini memang harus dihadapi sebagai risiko membuka warung di kota New York.

Buka Warung Mie di New York, Pria Ini Terpaksa Jual Rp 273 Ribu/MangkukPrawnaholic Collections menjual mie udang goreng hokkien seharga USD 18 atau sekitar Rp 272 ribu. Sementara ada juga ramen iga babi wijen yang dibakar secara khas, dijual dengan harga USD 22 atau Rp 332.000. Foto: Facebook / Shin Min Daily

Harga menu yang dijual oleh Alan Choong sebenarnya masih wajar, karena memang kebanyakan makanan di daerah tersebut juga menjual dengan harga yang sama.

Prawnaholic Collections menjual mie udang goreng hokkien seharga USD 18 atau sekitar Rp 272 ribu. Sementara ada juga ramen iga babi wijen yang dibakar secara khas, dijual dengan harga USD 22 atau Rp 332.000.

Namun pelanggan sepertinya tidak perlu khawatir karena jika dilihat dari beberapa warung makan Singapura yang buka juga di New York, porsi makan mereka akan dilebihkan. Seperti warung makan White Restaurant yang menaikkan porsi makannya di Amerika Serikat sebesar 15 persen.

Simak Video “Melihat Produksi Mie Lethek, Kuliner Khas Yogyakarta
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)

Baca Juga :   Kemenkeu Buka Lowongan Kerja untuk Posisi Hakim Pengadilan Pajak, Simak Syaratnya

Artikel ini bersumber dari : food.detik.com.

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari GajiPekerja.com di Google News

  • Tinggalkan komentar